Hasil Pertanian & Perkebunan Gampong Durian Kawan Detail

Potensi Gampong di Bidang Pertanian dan Perkebunan

Selasa, 25 September 2018


Pertanian di Indonesia merupakan salah satu sektor kunci perekonomian Indonesia. Meskipun kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto nasional telah menurun secara signifikan dalam setengah abad terakhir, saat ini sektor pertanian masih memberikan pendapatan bagi sebagian besar rumah tangga Indonesia. Pada tahun 2013, sektor pertanian menyumbang 14,43 persen dari PDB nasional, sedikit mengalami penurunan dibandingkan satu dekade sebelumnya (2003) yang mencapai 15,19 persen. Pada tahun 2012, sektor ini menyediakan lapangan kerja untuk sekitar 49 juta orang Indonesia, yang mewakili 41 persen dari total angkatan kerja di negara ini. (Wikipedia, 2018)

Menurut data dari Demografi Gampong Durian Kawan sampai tahun 2018, 85% dari masyarakat Gampong Durian Kawan berprofesi sebagai Petani dan selebihnya PNS, Penjahit, Sopir, Wiraswasta, Tukang Bangunan, Pedagang dan Perangkat Gampong . Mengingat luas wilayah Gampong Durian Kawan adalah 804,5 Ha, lebih dari setengah dari angka tersebut masih digunakan sebagai lahan pertanian dan perkebunan sehingga penghasilan masyarakat Gampong Durian Kawan diperoleh dari hasil pertanian dan perkebunan.

Adapun penghasilan dari lahan pertanian dan perkebunan Gampong Durian Kawan adalah sebagai berikut:

  • Padi

Padi

Secara umum di Indonesia Beras menjadi makanan pokok bagi masyarakat di negara tersebut, beras sendiri diperoleh dari tanaman Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) dan kemudian diolah menjadi Beras melalui beberapa proses sebagai berikut:

  1. Panen. Padi dipanen ketika kadar kelembaban bijinya mencapai 25 persen. Tanaman padi di berbagai sawah umumnya dipanen menggunakan tangan, namun ada pula yang menggunakan mesin pemanen padi.
  2. Memisahkan gabah dari batangnya. Gabah dipisahkan dari merang atau padi dengan cara dipukul-pukul. Sekali lagi, pertanian yang modern sudah banyak menggunakan mesin pemisah gabah. Petani yang lebih tradisional juga tidak langsung memisahkan gabah dari batangnya, namun menjemurnya dulu selama kira-kira seminggu.
  3. Pengeringan gabah. Sebelum diolah, gabah perlu dikeringkan dahulu hingga kelembabannya mencapai 20 persen.
  4. Penggilingan gabah. Gabah digiling untuk memisahkan sekam padi dari beras. Jika hanya sekam yang dihilangkan, hasilnya adalah beras merah. Jika bekatul ikut dihilangkan bersama sekam, hasilnya adalah beras putih. Dalam proses penggilingan gabah modern, ada dua jenis proses. Proses pertama adalah penggilingan satu tahap, yakni menggiling padi hingga sekam dan bekatul terpisah bersamaan. Proses kedua adalah penggilingan dua tahap, yakni menggiling padi hingga sekam terpisah, kemudian menggilingnya lagi hingga bekatul terpisah. (Sajiansedap.grid.id, 2018)

Setelah beberapa proses di atas dilakukan maka hasil dari proses tersebut akan menjadi Beras dan kemudian bisa diolah lagi menjadi Nasi ataupun Tepung Beras.

Tanaman Padi di daerah Gampong Durian Kawan sudah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Gampong tersebut lahir, tidak tersebut jelas Tahun berapa tanaman tersebut di tanam di Gampong tersebut, tapi yang jelas Padi merupakan tanaman yang masih dibudidayakan di daerah Kluet Raya, khususnya Gampong Durian Kawan dan menjadi produk unggulan di daerah tersebut.

  • Kelapa

Kelapa

Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini. Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia, namun kini telah menyebar luas di seluruh pantai tropika dunia. (Wikipedia, 2018)

Di daerah Gampong Durian Kawan, Kelapa adalah salah satu tanaman yang dibudidayakan masyarakat, biasanya Kelapa ditaman di perkebunan dan di perkarangan rumah warga serta dapat ditemui juga di area persawahan yang sengaja ditanam warga untuk memperoleh buah dari pohon tersebut serta dijadikan tempat berteduh dari terik matahari ketika beristirahat. 

Biasanya buah Kelapa ini digunakan sebagai bahan untuk menjadi bumbu masakan sehari-hari dan juga untuk dijual ke pemborong.  

  • Pinang

Kelapa

Pinang adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan orang. Pelbagai nama daerah di antaranya adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Md.), jambe (Sd., Jw.), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku) dan berbagai sebutan lainnya.(Wikipedia, 2018)

Sama halnya seperti Kelapa, Pinang juga salah satu tanaman yang dibudidayakan masyarakat, biasanya Kelapa ditaman di perkebunan dan di perkarangan rumah warga serta dapat ditemui juga di area persawahan yang sengaja ditanam warga untuk memperoleh buah dari pohon tersebut.

Pohon Pinang di daerah Gampong Durian Kawan sudah ditaman sejak lama di lahan-lahan perkebunan warga dan sekarang sudah banyak juga ditebang karena usia dari tanaman tersebut sudah tua sehingga pohonnya sudah terlalu tinggi dan banyak yang tidak produktif. 

  • Kemiri

Kemiri

Kemiri (Aleurites moluccana), adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Tumbuhan ini masih sekerabat dengan singkong dan termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Dalam perdagangan antarnegara dikenal sebagai candleberry, Indian walnut, serta candlenut. Pohonnya disebut sebagai varnish tree atau kukui nut tree. Minyak yang diekstrak dari bijinya berguna dalam industri untuk digunakan sebagai bahan campuran cat. (Wikipedia,2018)

Sejak dulu Kemiri sudah menjadi produk unggulan dari hasil perkebunan di daerah Gampong Durian Kawan, pertumbuhan pohon yang terbilang cepat dan produksi buah yang banyak serta pengolahan buah menjadi siap jual juga terbilang mudah membuat tanaman ini populer di daerah Kluet. Biasanya Kemiri ditanam di area kaki gunung "Pucuk Lembang" yang berada di sebelah Timur dari Gampong Durian Kawan dan juga banyak ditanam di area perkebunan di dekat "Sungai Kluet" yang berada di sebelah Barat Gampong Durian Kawan. Tapi sekarang kebanyakan pohon tersebut sudah ditebang karena umur yang sudah tua dan masa produksi buah tidak lagi efektif.

  • Kakao (Coklat)

Kakao

Kakao (Theobroma cacao L.) adalah pohon budidaya di perkebunan yang berasal dari Amerika Selatan, namun sekarang ditanam di berbagai kawasan tropika. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat. (Wikipedia, 2018)

Kakao atau sering di sebut Coklat di daerah Kluet juga merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat Gampong Durian Kawan guna untuk dijual kepada "toke". Tanaman ini termasuk baru populer di Gampong Durian Kawan pasca musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh, kala itu masyarakat Gampong Durian Kawan mendapat bantuan bibit dari pemerintah daerah Aceh Selatan melalui Dinas Pertanian untuk menyalurkan bibit Kakao (Coklat) ke masyarakat khususnya Petani. 

  • Kelapa Sawit

Kelapa Sawit

Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. (Wikipedia, 2018)

Sama dengan sejarah pupulernya tanaman Kakao di Gampong Durian Kawan, Kelapa Sawit juga populer setelah masyarakat mendapat bantuan bibit dari pemerintah Daerah Aceh Selatan melalui Dinas Pertanian pasca musibah gempa dan tsunami yang melanda Aceh. Sekarang Kelapa Sawit menjadi produk unggulan masyarakat Kluet khususnya Gampong Durian Kawan, disamping Kelapa Sawit mampu bertahan hidup dengan umur yang panjang dan juga mampu bertahan hidup di berbagai macam jenis tanah, mulai dari daerah rawa-rawa hingga pegunungan dan juga harga yang terbilang mahal, membuat tanaman ini semakin "diminati" masyarakat. Tapi yang menjadi akibat dari menanam Kelapa Sawit adalah banyaknya penyerapan Air tanah sehingga membuat pertumbuhan tanaman yang ada di sekitarnya menjadi "lamban" dan terganggunya produksi buah.

Tanaman Kelapa Sawit di daerah Kluet, khususnya di Kluet Timur bisa ditemukan diberbagai lahan perkebunan masyarakat, mulai dari sebelah Timur, Selatan, Utara sampai Barat batas daerah. Dan sekarang hampir disepanjang kaki pegunungan "Pucuk Lembang" ditanami Kelapa Sawit.   

  • Jengkol

Jengkol

Jengkol (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) atau jering adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bangsa Barat menyebutnya sebagai dog fruit. Bijinya digemari di Malaysia (disebut "jering"), Myanmar (disebut "da nyin thee'"), dan Thailand (disebut "luk-nieng" atau "luk neang"). Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urinsetelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat. (Wikipedia, 2018)

Pupulernya tanaman Kelapa Sawit di daerah Gampong Durian Kawan, yang ditanam didaerah pegunungan "Pucuk Lembang" tidak membuat semua masyarakat di gampong tersebut menanam tanaman Kelapa Sawit di lahan perkebunan mereka yang berada di pegunungan "Pucuk Lembang", sebagian justru lebih memilih tanaman Jengkol. Disamping harga yang terbilang mahal, Jengkol juga dipercaya bisa menjaga lingkungan agar tetap lestari karena akarnya bisa menahan tanah agar tidak longsor dan bisa tumbuh subur di area pegunungan "Pucuk Lembang". Mungkin kedepannya tanaman Jengkol akan menjadi tanaman "primadona" masyarakat Gampong Durian Kawan dikarenakan potensinya yang sangat besar di daerah tersebut.

  • Pisang

Pohon dan Buah Pisang

Pisang, pohon yang satu ini memang sangat populer dikalangan masyarakat, dikarenakan terkenal dengan buahnya yang gurih dan lezat. Tidak hanya lezat, buah pisang juga bisa diolah menjadi berbagai macam olahan, seperti pisang goreng, kue dan lain sebagainya. Sama seperti Kelapa, bukan hanya buahnya saja yang bisa diambil manfaatnya, akar sampai pucuk daunnya juga bisa diolah menjadi makanan dan juga manfaat lainnya, bagian bawah atau gundukan diakar pohon pisang bisa diolah menjadi kripik, intisari batangnya juga bisa diolah menjadi masakan yang lezat, serta daunnya bisa dijadikan pembungkus nasi atau sejenisnya.

Di Desa Durian Kawan, tanaman ini juga merupakan salah satu tanaman yang ditanam oleh masyarakat di kebun-kebun mereka, tapi tidak untuk skala yang besar, hanya untuk memenuhi konsumsi semata, sehingga pohon pisang tidak menjadi tanaman unggulan yang dibudidayakan oleh masyarakat Desa Durian Kawan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.